MODIFIKASI SISTEM BAHAN BAKAR UNTUK PENERAPAN PURE PLANT OILS (PPO) SEBAGAI BAHAN BAKAR PADA MOTOR DIESEL PUTARAN RENDAH DENGAN RUANG BAKAR TERBAGI
Oleh : NANA SURJANA (NIM : 23108001); Pembimbing 1 : Dr. Iman K.
Reksowardojo; Pembimbing 2 : Dr. Tirto P. Brodjonegoro; Pembimbing 3 :
Prof. Wiranto Arismunandar, S2 - Mechanical Engineering
Dibuat : 2011
Dibuat : 2011
Beberapa tahun belakangan ini beredar issue global mengenai lingkungan
hidup dan sumber energi. Kedua topik tersebut saling berkaitan. Issue
pertama; pencemaran udara adalah kehadiran satu atau lebih substansi
fisik, kimia, atau biologi di atmosfer dalam jumlah yang dapat
menimbulkan efek membahayakan kesehatan manusia, hujan asam, efek rumah
kaca, kerusakan lapisan ozon, dan lainnya.
Agar dapat keluar dari permasalahan tersebut di butuhkan suatu inovasi
tertentu, di antaranya mencari bahan bakar alternatif sebagai substitusi
bahan bakar mineral. Salah satu bahan bakar alternatif yang berpotensi
untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah bahan bakar nabati. Pure
Plant Oils (PPO) (Minyak: Jarak pagar, Kelapa/Kopra, Kelapa sawit),
merupakan bahan bakar alternatif pengganti solar. PPO mempunyai beberapa
kelebihan yaitu kandungan emisi gas buang HC dan CO rendah. Tetapi PPO
ada kekurangannya, viskositas, nilai kalor, dan volatilitas-nya lebih
rendah dari solar. Inilah yang menyebabkan pengabutan bahan bakar
menjadi terhambat sehingga terjadi penurunan daya mesin dan timbul deposit yang merusak mesin.
eksperimental di laksanakan di laboratorium Motor Bakar dan Sistem Propulsi ITB. Motor yang digunakan adalah motor
diesel; putaran rendah, satu silinder, 6 HP, 650 rpm, volume 1.432
liter, sistem Injeksi Tidak Langsung. Untuk sistem pemanas bahan bakar,
sebelumnya di kaji, di bandingkan, di analisis, alternatif pilihannya
ada empat, ke empat tersebut adalah; Shirron brazed plate heat
exchanger, Sistem Pendingin Motor, Gas Buang Motor, Change Over Valve (COV).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar